Aturan Tendangan Penalti dalam Sepak Bola

Penalti dalam sepak bola tidak boleh di lakukan sesuka hati, karena ada beberapa Aturan Tendangan penalti di dalam sepak bola.

Tendangan penalti ini seringkali di singkat menjadi PK atau tepatnya Penalty kick. Istilah penalty kick, sempat kami singgung dalam artikel kami sebelumnya.

Sekarang kami akan jelaskan secara lengkap mengenai Aturan yang ada di dalam Penalti, sehingga tendangan ini bisa menjadi hadiah, sekaligus hukuman.

Penerapan Aturan Tendangan Penalti

Aturan dalam tendangan Penalti ini, di terapkan langsung oleh IFAB selaku dewan dari asosiasi sepak bola internasional.

Wilayah kotak penalti sewajarnya memiliki ukuran 40m x 16,5 meter. Titik penalti ini berada tepat 11 Meter dari gawang, dan berada tepat di tengah Kotak dan Gawang.

Penalti umumnya terjadi karena salah seorang pemain atau tim yang sedang bertahan melakuakn Foul ataupun Handball di dalam Kotak tersebut.

Berikut aturannya mengenai bola dan isyarat wasit.

Letak bola harus berada tepat di titik Penalti.

Gawang tidak boleh digeser / pindah selama Tendangan berlangsung

Keputusan dari wasit adalah mutlak

Wasit harus mengenali eksekutor dari tim penendang.

Tendangan di lakukan setelah mendapatkan isyarat dari Wasit.

Tendangan penalti selesai apabila; bola berhenti bergerak, keluar wilayah kotak, masuk ke gawang, ataupun atas dasar keputusan dari wasit.

Jika Penalti selesai, maka permainan dimulai kembali.

Aturan Tendangan Penalti untuk Tim yang bertahan

Kiper harus berdiri pada garis gawang tanpa menyentuh tiang / mistar.

Kiper tidak boleh menyentuh tiang / mistar / jaring selama penalti berlangsung.

Anggota tim selain Kiper tidak boleh masuk keadalam wilayah penalti sebelum tendangan selesai atau bola telah tersentuh kiper.

Aturan untuk tim penyerang.

Eksekutor Hanya boleh menendang ke arah depan (tidak boleh di oper kebelakang).

Eksekutor tidak boleh menyentuh bola lagi sebelum, bola disentuh pemain lain.

Anggota tim penyerang juga tidak boleh masuk kotak penalti sebelum tendangan selesai di lakukan.

Pelanggaran dari aturan penalti

Jika di temukan pelanggaran dari aturan tersebut bagi, tim yang bertahan; Jika bola masuk, maka gol akan di sahkan oleh wasit. Jika tidak masuk maka tendangan akan di ulang.

Sementara pelanggaran dari aturan tersebut, bagi tim penendang. Jika bola masuk, tendangan akan di ulang. Sementara jika tidak masuk, maka penalti akan di hentikan dan pertandingan akan di lanjutkan.

Namun, jika ternyata kedua tim melakukan pelanggaran maka tendangan akan di ulang.

Lewat segala peraturan dari tendangan penalti ini, sangat memberatkan pihak yang bertahan tentunya membuat tim yang bertahan merasa terhukum dengan berat.
Sedangkan tendangan penalti ini bisa menjadi sebuah hadiah yang tepat bagi tim penyerang, terlebih lagi dalam upaya mengamankan skor ataupun dalam upaya membalikkan keadaan.